siang
terik matahari
kayu dan meja
asbak dari kardus
jiwa yang beraga
dan raga yang berjiwa
pembicaraan
dan saling tatap muka
hanya ada suara ku, mu, dia, mereka
tertawa da larut dalam suasana
refleksi terpantul
berjalan kearah penjual minuman
sebuah sosok yang aku perhatikan sejak lama
aku lepas dari suasana hanya untuk mendapati dirimu berdiri di situ
menunggu plastik berisikan minuman mu
selalu saja ada niatan untuk menyapa
tapi sebuah meja selalu ramai
haruskah aku meninggalkan mereka
hanya untuk menyapa mu saja
selalu saja
plastik
lalu pergi
repeat
haruskah aku menyapamu?
Berkenalan?
Membuat hidupku lebih baik?
lalu di khinati?
mungkin berlebihan tapi
apakah kamu yang mampu membuatku membuat hidupku lebih baik?
Plastik
Related Posts:
yha begitulah, entetaiment untuk pribadiMemang seberapa ringan hidupmu sehari hari mendengarkan kenikmatan dan kau haru terhayun dalam berpikir serta merasakan hidupmu sudah berat? hiburanm… Read More
AKU BUKAN PELACUR TUHANaku tak akan pernah melacurkan diri pada yang maha kuasa aku tak mau sembah sujud di bayar dengan cinta kasih aku seperti ini karena aku dia menciptak… Read More
A Boy who have never been kissed A Boy who have never been kissed He wander around the campus, smile face, happy face He come in early morning just waiting girl in cafetaria Ended… Read More
Grayscale ke CMYKteruntuk manusia yang bersemayam di dinding sebelah hidupmu makin berwarna nak sudah ada cyan dan yellow hatimu mulai berwarna magenta tapi basih a… Read More
Ma Ominion : Sebuah pergerakan idola Sebuah quote yang membuat saya sadar tentang keberadaan kekuatan dari komunitas adalah “tumbuh berkembang bersama fans” sangat sepele memang tetapi … Read More
0 comments:
Posting Komentar