a reflection, a flection
hari yang berat, keobodohan pada rabu sore, minggu yang menjadi tak tenang, semua akan selalu kembali pada momen refleksi. entah pada posisi tubuh seperti apa anta melakukanya atau cara apa tapi momen refleksi adalah suatu hal yang menarik. semuanya berputar di dalam pikiran, semuanya terus menerus tertarik kebelakang, setiap detail mulai muncul dan setiap pertnyaan asumsi-hipotesis-analisis yang secara tidak sadar kita miliki semuanya terpakai. refleksi kadang terlalu dalam, terlalu dalam hingga itu menyakitkan, terluka dalam pikiran tapi darah tak mengucur lewat hidung. refleksi yang terlalu dalam membawa kedalam prinsip-prinsip yang kadang tak kita percayai, apa saja. opini kedua juga memegang peranan penting, hasil refleksi selalu butuh anti-tesis, menghasilkan sintesa lalu anti-tesis, begitu terus sampai mampus. opini juga makin membuat kekacauan dalam pikiran, membuat ngacengmu tak berguna, makananmu menjadi tak layak santap, dan kentutmu entah kenapa menjadi lebih segar d...