Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Mohon maaf lahir mbatin

Menyadari diri melakukan sebuah hal yang gamblang adalah suatu proses yang sangat lama. Semuanya tercipta dari pikiran-pikiran tentang apa yang orang lain pikirkan ke perlakuan, tulisa aneh di blog, bahkan percakapan sehari-hari. Tak bisa saya tutupi, saya selalu merasakan hal yang sama setiap inci saya bergerak dan nafas ketika saya berbicara, saya berpikir tentang apa yang orang lain rasa,pikirkan, bahkan caci tentang saya Manusia biasa dan saya hidup di lingkungan sosial. Pemikiran seperti itu selalu terjadi sebagaimana seorang yang ingin masuk kedalam lingkungan sosial yang baru ataupun menjaga personanya di dalam lingkungan sosial. Masih dalam lingkungan lahiriah dan batiniah saya meminta maaf apabila perilaku saya masih ada di dalam zona yang membuat anda tersinggung bahkan mungkin membuat anda merasa aneh. Pembelaan yang saya berikan adalah blog ini memang saya desain sedemikian rupa untuk menggambarkan apa yang saya rasakan. Luapan itu menjadi tulisan dan percikan dan mu...

19072016

jam 2 pagi, asu, aku gak tidur malah nulis ini bangun jam 12, makan ubi karena dipaksa puasa oleh ibunda. tiduran, lalu pergi ke SMK7 untuk nyamperin seorang teman Jam 6, #datengPameranyaAlva, datang ke pameran photografi, melihat foto yang penuh makna yang begitu well dan baik serta ala kadarnya menurut standarisasi masyarakat umum. i do not understand a single shit about photography, tapi mereka, karya, estetik buat saya tapi meaningless, meaningless-aesthetic simulacra nama pameranya mulai nongkrong di angkringan depan, mulai berkonyolan satu sama lain. membicarakan masa lalu dan hari depan bagaikan peramal dengan ramalanya yang penuh dengan.... ya begitulah. pulang, mendapati film di mana manusia membuat takdir orang lain, manusia yang mengikuti nilai sosial yang ia dapatkan dari orang yang baru ia temui, dibutakan sampai ia membunuh ayahnya yang baru ....... ...... ...... meaningless

Burung Monyet sakit pAntat

mereka dari kerumunan yang sama di tempa di bangunan nafas ruang lingkungan yang sama aku pernah di tempa di sana aku lepas aku tak kuat aku menempa diriku sendiri aku lari aku di paksa aku hanya pindah aku masih bagian dari mereka ah, lelah aku hanya terlalu memikirkanya lelah lelah ramai karena teman, memang, koneksi luar biasa di buthkan. mari kita taruh sebuah pertanyaan, apabila sebuah pertunjukan kelas dunia tidak berasal dari bagian sebuah kerumunan dengan persaudaraan yang kuat, apakah akan ramai di sore dan petang? saya memang terdengar lagi sakit pantat tapi itu pertanyaan menarik, menang, pulang, 3 kali pemutaran, apakah sore dan petang akan sepanjang jam 8 antrianya? apabila mereka hanyalh orang biasa, orang yang tak pernah kalian dengar namanya, bukan dari sebuah kalangan, sebuah komunitas, sebuah persaudaraan, sebuah daerah yang sama, apakah tempat tadi masih penuh? dan apakah mereka masih bangga dengan lembaga yang menempa mereka? ramai ka...

1liter

tak tersadari rambut sudah panjang. entah, tetiba rambutku hanya ingin kubiarkan tumbuh saja di mana gaya sisir ke belakang memang sangat saya sukai. tak biasanya jam segini aku masih dalam keadaan terjaga, lampu kamar masih terang dan bau pesing dari kamar manding yang setiap hari nya ku siram masih menemani. monitor dan monitor menemaniku terjaga selepas banyak hal aku buat. ah, jam segini dan aku masih merindunya, omong kosong, aku hanya ingin tidur, bangun pagi, makan soto lalu pergi. terlintas lagu yang kutulis mulai terngiang di dalam pikiran, gegas bergegas . aku bernyanyi lepas, tapi aku tak bisa menghayati mungkin situasinya sudah berbeda tapi perasaanya masih sama kutanggkap, aku hanya butuh pengakuan tapi benci untuk di puji. aku diam, aku lelah, bangsat. tongji celup rasa buah delima masih terasa di bibir dan aku hanya ingin air putih. lebaran telah usai dan aku hanya butuh...., tak tahu apa yang ingin kubutuhkan, aku butuh keinginan. aku butuh kekasih, ujar mereka dan ...

Broken and Glue

pada jam 00.20 aku mulai menulis tulisan ini, tulisan yang mnugkin anda sedang baca ini akan anda closed pada nagian tengah karena miskinya konten dan buruknya penulisan dan berbagai macam alasan lainnya. tapi begini, saya rasa saya terlalu merasa bersalah untuk merasa bersalah. saya terlalu banyak mengeluh dan melihat sekitar, saya lakukan bersamaan sehingga saya lupa dengan apa yang saya kerjakan sehingga saya terbutakan, buta, gelap, saya hidup dalam kegelapan itu dalam banyak tahun dan menjalaninya biasa, sangat bisa saja. menjadi tanggungan di mana saya rasa saya terlalu terbebani soal nilai akademik hingga saya berusaha tak peduli. di bebani dengan menjadi kakak yang harus bisa menjadi contoh. diminta menjadi panutan 1 orang adik, 1 saudara dan 1 saudari. saya terlalu hanyut dalam kisah kelam kehidupan hingga saya menutup berbagai macam cahaya yang berusaha menerangi kegelapan, dunia saya sendiri. saya rusak dan jatuh, kadang saya merasa saya yang paling cacat karena banyak s...