Membuka beranda Facebook adalah hal yang lumrah saya lakukan tiap pertama membuka laptop di lokasi yang terkoneksi internet. Ada banyak hal lalu-lalang di beranda saya tapi yang menarik perhatian saya adalah sebuah video, dua buah lebih tepatnya. Video berdurasi di bawah 5 menit tersebut menampilkan Prabowo Subianto (Capres 2014– red) yang menolak di wawancarai oleh seorang wartawan, dengan dalih bahwa atasan sang berwenang selalu melakukan framing berita atas dirinya sebagai pribadi yang memiliki banyak hal negatif dalam hidupnya dan tidak netralnya hasil berita atas dirinya. Hal tersebut menarik karena keduanya ia sampaikan di depan umum, melakukan public shaming atas organisasi yang terkadang dan secara tidak langsung membangun opini yang bisa membentuk public shaming . Tidak hanya di Indonesia, Presiden baru Amerika, Donald Trump rupanya juga menolak wawancara dari seorang wartawan CNN dengan alasan yang sama tapi di sertai dengan kata-kata “perusahaanmu pencipta liputan ...
Sudah larut malam, suara jangkrik yang sempat beradu dengan suara mesin-mesin beroda sudah kembali dari kalahnya yang telak. Terlihat sebuah motor mulai menepi dari jalan raya yang sepi , ke sebuah tenda, untuk istirahat sejenak. Wajahnya memiliki sisa-sisa guratan kulit karena harus tersenyum paksa. Ia pun langsung duduk di dalam tenda, tanpa basa-basi “es teh satu, gak pake gula.” Setelah menunggu beberapa menit minuman yang ia pesan sudah ada di hadapannya setalah itu muncul sahutan dari penjaga “setiap malam kau mampir ke tenda ini, wajahmu selalu melulu lusuh, selalu saja kau jawab ‘tak apa-apa, besuk juga senyum lagi’ tapi kali ini berbeda, ada apa?” “gakpapa, lagian bukanya mukaku selalu lusuh?” ujar sang pemuda sambil mencari gorengan gosong. “sudahlah cerita, aku butuh hiburan, dan hiburan bukan hanya cerita bahagia, ndengerin lagu galau saja bisa bikin kita bahagia, kadang-kadang…” “ya elah, tapi terkadang lucu juga, mendengarkan lagu sedih tapi belum ...
Jikalau saja hujan gerimis menyisakan sang mentari dan pelangi di payungi oleh gelapnya ruangan dan jendela yang begitu sendu menatap keluar ketika internet padam, hanya melihat halaman deaduanan yang menari tanpa takut masuk angin tetap hijau dan terus melenggang musik delapan bit dari gameboy menyisakan memori dan memori dan memori dan sebuah memo apabila musik berhenti kamu kalah sebulan ini aku bingung musik apa yang kudengarkan dan kudendangkan di atas kendaraan roda dua ku menemani pergantian gigi serta rem mendadak andalanku jikalau saja mentari pagi bersinar secerah bulan semalam atau suara kodok tengah hari menjadi sebuah harmoni yang indah dengan suara ayam jikalau saja jikalau saja indah memang aku tak bisa bercerita lagi berambisi menatap tembok pun aku malu, aku takut pojokan kamar bukan lagi sahabatku mungkin saja kuakhiri, kurung buka dan titik dua.
Komentar
Posting Komentar